Kamis, 07 Juni 2012

0 Burung merpati pos balap bersejarah di dunia

 Situs Resmi Kami http://burungmerpaticepat.com

Breeder profile : JOS THONE

Di Forum lama, saya pernah menulis seekor merpati pos betina warna blorok bernama “Avril”.Sepanjang pengetahuan saya, Avril adalah burung termahal di dunia saat ini dengan nilai penjualan 140 ribu Euro (sekitar Rp. 2,3 milyar) dalam suatu lelang di China.
Prestasi Avril dalam berbagai lomba di Eropa sangat fenomenal. Tidak kurang dari 20 juara telah diraihnya. 
Avril dengan ring B03-5071209 adalah anak Yama (ibu) tetapi bapaknya tidak punya nama hanya memakai ring B01-5010600. Kehebatan Avril mengalir dari kakek dan neneknya. Dari jalur bapak, kakek/neneknya bernama Volare dan Sheila, sementara dari jalur ibu bernama De Deen dan Nefertete. Kakek dan nenek Avril inilah yang telah melahirkan burung-burung jawara.
Tetapi saya tidak bermaksud menulis Avril lebih jauh. Saya lebih tertarik untuk membahas orang yang mencetak Avril.
Bagi penghobi merpati pos yang mengikuti perkembangan merpati pos di dunia, tentunya tidak asing dengan nama Jos Thone dari Belgia.Oleh para penulis tentang merpati, dia mendapat banyak julukan seperti “Crown Prince of the Belgian Sport of Pigeon Racing(Putra Mahkota Olah Raga Merpati Belgia), The Wonderboy (Anak Ajaib) atau The Greatest Fancier of the New Millennium (Pemain Merpati Paling Hebat di Abad ke-21). Kalau abad ke-20 Jan Grondelears dikenal sebagai “Sang Legenda” atau“The King of Pigeon”,maka Jos Thone adalah pewarisnya. Bahkan sejak kecil Jos bercita-cita ingin seperti Jan Grondelears. Kebetulan mereka tinggal di desa yang berdekatan dan dalam waktu luang Jos mengayuh sepedahnya untuk sekedar nonton merpati-merpati milik Jan Grondelears dari balik pagar.
Sebagai pemain dan peternak merpati, Jos Thone dikenal seorang idealis dan ambisius. Dia type orang yang selalu ingin menjadi yang terbaik di bidangnya. Pada awal karirnya bermain merpati, dia pernah berjanji “I’am going to win the “Gouden Duif” of Belgium”. Memenangkan tropy “Gouden Duif” merupakan obsesi para pemain merpati di Belgia. Kalau orang lain perlu waktu 10-15 tahun untuk meraih piala “Gouden Duif”, Jos hanya butuh waktu 2 tahun sejak ia memiliki “tim pembalap” sendiri. Hingga saat ini tidak terhitung jumlah piala yang telah diraihnya, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional. “Tim Pembalap” Jos ikut lomba di semua jenis track, mulai short, medium, long, dan extreme long distances. Dan mereka selalu yang terdepan. Pernah dalam suatu lomba, 9 dari 10 posisi terdepan diduduki oleh para “pembalap” Jos. Namanya yang demikian harum, menjadikan kandang Jos sebagai tujuan “jiarah” bukan hanya bagi para merpati mania  dari berbagai penjuru dunia, tetapi juga pejabat negara seperti Wakil Perdana Menteri China belum lama ini.
Apa yang menjadi obsesi setiap pemain merpati telah berada digenggaman Jos. Tetapi Jos tidak pernah puas dengan apa yang telah diraihnya. Kekagumannya pada merpati mendorong Jos tidak pernah berhenti berfikir untuk terus menyempurnakan apa yang telah diraihnya. Jos tidak hanya sekedar hobby atau cinta merpati, tetapi ia memiliki “passion”, yaitu kecintaan yang dilandasi oleh antusiasme, komitmen dan dedikasi yang luar biasa.
Untuk terus meningkatkan kualitas “para pembalapnya”. Jos dikenal sebagai breeder bertangan dingin. Pengetahuannya tentang breeding di atas yang lain. Jos juga dikenal sebagai seorang pemikir untuk terus mencari hal-hal baru demi kesempurnaan. Ia menjadi pelopor inseminasi buatan untuk merpati. Jos, dengan dibantu oleh seorang rekannya, merancang dan membangun sendiri kandang merpatinya seluas 300 m2 yang terletak di belakang rumahnya yang asri. Dan kandang  tersebut saat ini dianggap sebagai yang terbaik di Eropa bahkan di dunia. Kecintaan dan kekagumannya terhadap merpati telah mendorong Jos untuk selalu memberikan yang terbaik bagi “tim pembalapnya”.
Jos sekarang hidup bahagia bersama Gaby, istrinya yang cantik, dan 2 orang anaknya bernama Xavier dan Maxim. Keluarga Jos   tinggal di jalan Kruisstraat 7, Niel-bij-As, Belgia. Di alamat itu pula terletak rumah ‘para pembalap” Jos dalam bangunan berbentuk L berukuran 60 X 5 M.
Dalam buku “The Idea of Jos Thone” dijelaskan bagaimana perjalanan Jos mulai sebagai pembersih kandang pada keluarga  Thomas Peetes (ayah Gaby) selama 13 tahun, hingga sampai puncak karirnya sekarang. Buku tersebut juga menguraikan filosofi dan visi Jos dalam bermain merpati, sistem breeding, sistem kandang, cara pemberian pakan hingga koleksi super breeder-nya.
Menurut saya, banyak pelajaran menarik yang dapat diambil dari biography Jos Thone, terutama mengenai visi, dedikasi, dan komitmennya terhadap merpati. Dengan pertimbangan itu, saya akan sarikan beberapa hal menarik tentang perjalanan Jos Thone dengan harapan dapat menjadi inspirasi bagi merpati mania di tanah air.
Mudah-mudahan, dalam beberapa tahun ke depan kita juga akan memiliki banyak Jos Thone Indonesia.
Salam
sumber merpati.org

0 komentar:

Poskan Komentar

 

. Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates